Ceritaku
dimulai ketika aku berumur 10 tahun. Saat itu kondisi keluargaku sedang kritis,
perusahaan Ayahku bangkrut karena ditipu kliennya, sehingga perusahaan Ayah di
beli oleh seorang pengusaha dari perusahaan lain yang menjadi rival perusahaan
Ayahku. Dan Ayahku pun kehilangan hak penuh atas perusahaannya, sehingga membuat Ayah kehilangan pekerjaannya dan kini ia menjadi
seorang pengangguran yang kerjanya hanya menghabiskan uang saja. Setiap hari
Ayah selalu pulang pagi dengan kondisi badan yang lemas dan sempoyongan dan
dari bau nafasnya tercium bau alcohol. Ya, Ayah sekarang selalu
pergi ke Bar-bar untuk mabuk. Mungkin karena Ia terlalu stres atas apa yang
terjadi di perusahaannya. Ayah yang dulunya sangat ramah dan menyenangkan kini
menjadi sesosok orang yang pemurung dan mudah sekali marah, bahkan tak jarang
ia memukul dan memaki Ibu. Ayah melakukan itu semua tepat di depanku, didepan seorang anak yang baru berusia 10 tahun. Tak heran sekarang aku
sangat membenci ayah.
Tok..tok..tok..Bu....Buka
pintunya Bu..
Terdengar
suara seorang pria di balik pintu. Pasti itu ayah. Sudah hampir 1 bulan Ayah
seperti itu. Ayah tidak mau mencari pekerjaan karena ia masih sangat terpukul
atas apa yang terjadi pada dirinya, dan Ayah juga beranggapan bahwa semua
pengusaha itu jahat dan keji, merebut perusahaan orang lain dengan berbagai
cara dan membuat orang lain menderita seperti dirinya.

