Berdasarkan kisah nyata, tapi lupa sumbernya dari mana hehehe..
Jhony adalah seorang anak laki-laki berumur 8 tahunn yang berasal dari keluarga miskin. Sehari-harinya Jhony berjualan kue untuk biaya pengobatan ayahnya. Jhony membantu sang Ibu bekerja demi mendapatkan biaya pengobatan ayahnya. Suatu hari Jhony merasa sangat lapar, ia melihat ada kue di tangannya, ia berniat memakannya namun ia membatalkan niatnya itu karena ia ingat kue itu untuk membantu mencari biaya pengobatan sang ayah. Akhirnya Jhony tiba disebuah rumah, ia pun mengetuk pintu rumah tersebut. Lalu keluarlah seorang anak perempuan yaa kira-kira berumur 7 tahun bernama Lolita. Kemudian Jhony pun mulai menawarkan kuenya.
"Apakah kamu ingin membeli kue ini?" kata Jhony.
"Maaf, aku tidak punya uang" jawab Lolita.
"Apa kamu tidak lapar? sepertinya kamu sudah berjalan jauh?" sambung Lolita.
"Aku memang sangat lapar" jawab Jhony.
"Lalu kenapa tidak kamu makan saja kue itu?" tanya Lolita.
"Aku tidak bisa memakan kue ini, karena kue ini untuk membantu ayahku berobat" kata Jhony.
Kemudian Lolita pun masuk kedalam rumah lalu ia keluar dengan membawa segelas susu.
"Ini minumlah, maaf hanya ini yang aku punya" kata Lolita.
Jhony pun langsung meminum susu itu, dan menurut Jhony itu adalah susu ternikmat yang pernah ia minum.
Pertemuan Jhony dan Lolita pun berakhir hari itu.
20 tahun kemudian.
Kini Lolita kecil telah beranjak dewasa, usia sekarang sudah menginjak 27 tahun. Namun hidup Lolita tidak lah mudah, ia mengidap kanker rahim dan harus segera di operasi. Lolita sudah memasuki banyak rumah sakit namun tidak ada rumah sakit yang menerima Lolita karena Lolita belum mempunyai uang untuk operasi. Akhirnya ada sebuah rumah sakit besar yan mau menerima Lolita untuk melakukan operasi. Akhirnya Lolitapun di operasi di rumah sakit tersebut. Setelah di operasi, Lolita merasa sangat senang karena akhirnya ia bisa hidup seperti orang lain. Namun hari demi hari ia pun merasa cemas memikirkan bagaimana ia membayar biaya operasi itu. Lolita pun pergi menuju kasir untuk meminta bon biaya operasi. Petugas kasir pun memberikan ia sebuah amplop, perlahan Lolita membuka amplop itu dengan hati yang cemas. Setelah amplop itu terbuka, tidak ada angka-angka yang tertera di amplop itu, yang ada hanya sebuah tulisan kecil berbunyi
"Sudah dibayar dengan segelas susu. Dr. Jhony"
Archive for Oktober 2012
Kamu Tau? Kamu itu Beruntung
Namaku
Dian, aku adalah anak tunggal dari keluarga berada. Ibuku seorang bisnisman dan
ayahku seorang pengusaha tekstil. Dari segi ekonomi tentu kehidupanku sangatlah
terjamin. Segala yang ku perlukan sudah tersedia di dalam kamarku. Segala yang
ku mau dapat segera ku dapat dengan mudahnya. Sekilas hidupku terlihat sangat
menyenangkan dan tanpa masalah, aku bisa minta apa yang ku mau, aku bisa pergi
kemanapun aku suka. Tapi taukah kamu, ada satu hal yang sangat aku membuatku sedih
di dalam hidupku. Aku luput dari rasa kasih sayang dan perhatian dari orang tua
ku.
Orang
tua ku terlalu sibuk dengan semua urusan mereka. Seluruh waktu mereka, mereka
habiskan untuk bekerja dan bertemu dengan klien-klien mereka. Sehingga mereka
melupakan anak mereka sendiri, yaitu aku. Aku merasa sangat sedih sekali, orang
tua ku tidak pernah melewatkan jadwal pertemuan dengan klien-klien mereka, tapi
mereka justru melupakan anak semata wayangnya. Aku mengerti mereka bekerja
untuk memenuhi kebutuhanku, untuk membiayai sekolahku. Tapi aku juga ingin
berkumpul bersama mereka, bercanda dengan mereka, merasakan kehangatan dalam
sebuah keluarga. Apalagi aku tidak punya adik dan kakak, di rumah, aku hanya
tinggal bersama pembantuku. Walaupun orang tuaku pulang, paling juga mereka
pulang tengah malam dan pergi lagi saat pagi-pagi buta.
Sekarang
aku sudah duduk dikelas 3 SMA di salah satu sekolah favorit di Jakarta.
Untungnya, dikelas aku mempunyai 6 teman dekat yang sudah ku anggap sebagai
sodara ku sendiri. Di sekolah, aku tidak merasa kesepian karena aku mempunyai
mereka yang selalu ada didekatku. Keenam temanku pun tau bagaimana kondisi
keluargaku, bagaimana perasaanku kalau aku dirumah, bagaimana rasa tersiksanya
aku hidup sendiri di rumah. Itu lah sebabnya mengapa setiap malam minggu atau
saat libur sekolah aku meminta teman-temanku untuk menginap dirumahku. Aku
merasa sangat senang jika teman-temanku menginap dirumahku, karena aku tidak
merasa sendiri dan kesepian lagi, namun bagaimanapun juga aku masih merindukan
kehangatan disaat aku, ayah, dan ibuku berkumpul bersama.
Sayangnya
masa SMA ku pun akan berakhir. Sekarang aku akan melaksanakan ujian nasional.
Lagi-lagi aku tidak merasakan arahan ataupun nasehat-nasehat yang keluar dari
mulut ayah dan ibu ku. Paling hanya kata-kata “good luck” yang keluar dari
mulut mereka. Disaat teman-temanku bercerita bagaimana cerewetnya orang tua
mereka mengingatkan mereka untuk belajar sungguh-sungguh, aku hanya bisa
tersenyum dan terdiam. Perlakuan yang menurut mereka menyebalkan dan
menjengkelkan, justru merupakan hal yang sangat ingin aku rasakan. Aku hampir
lupa kapan terakhir orang tua ku menasehatiku dan memarahiku. Rasanya aku ingin dimarahi oleh
orang tua ku itu.
Belum Selesai..
Preman Datang bulan
Toton adalah seorang pelayan sebuah restoran di Kota Kembang Bandung. Toton udah hampir 3 tahun kerja disana. Selama bekerja disana kinerja Toton terbilang bagus. Dia cekatan dalam melayani para pelanggan restorannya. Restoran tempat Toton kerja juga terlihat nyaman dan aman. Di restoran tempat temoat Toton bekerja mempunyai pemandangan yang nyaman, udara yang adem, dan pelayan ceweknya juga berpakaian mini. Pokoknya suatu pemandangan yang indah banget deh buat para cowok yang belum punya pacar atau istri. Restoran Toton juga bebas dari anak-anak alay. Tau sendiri kan kalo anak alay makan di restoran, udah pada pake baju yang nggak beda jauh sama pemain sirkus, terus juga kalo mesen makanan atau minuman paling pake sistem satu untuk semua, datengnya berenam tapi mesen minumannya cuma segelas. Yaa pokoknya mengganggu ketertiban umum deeh. Suatu malem disaat Toton lagi kerja dateng tuu satu cowok dengan badan gede, panu yang tersamarkan dengan tatonya, bulu ketek sama kumisnya sama-sama lebat kaya hutan hujan tropis. setelah sang preman itu duduk, si preman itu manggil si Toton.
"WOY PELAYAN!!" kata si preman ngebentak.
"Iya mas, ada yang bisa saya bantu?" jawab si Toton keringet dingin
"Iya, gue mau minum, cepet sediain!!" kata si preman lagi sambil gebrak meja
"I...iya mau mesen minum apa mas?" Si Toton udah gemeteran nahan boker
"Kiranti!!"
Toton: @%!%@&^%$#%
Diberdayakan oleh Blogger.

