Wishes In 2014 (eps : Cinta)

"HAPPY NEW YEAAAARRR!!!!
Bye 2013..Welcome 2014..."


           Mungkin kalimat itulah yang diucapkan semua orang tepat di jam 00.01 dini hari tadi termasuk juga kalian mungkin. Yaa memang tidak ada salahnya dan memang sudah sewajarnya kalimat itu terlontar dari mulut kita, karena saat ini kita memasuki tahun yang baru dengan setumpuk harapan, keinginan, dan cita-cita yang sudah ada di pikiran kita. Apa sih yang kalian impikan di tahun yang baru ini?? Bisa lulus kuliah tepat waktu kah?? (itu keinginan saya sih), bisa lancar nyetir mobil?? (keinginan saya juga), dapet kerjaan yang enak? (keinginan saya lagi), atau yang lagi jomblo ingin segera punya pacar? (ini baru bukan keinginan saya). Jadi adakah wishses kalian yang sama dengan saya??..

DELAPAN (Best Moment In My Life)

Namaku Faraditha, tapi teman-temanku biasa memanggilku Ditha. Aku duduk di kelas 3 SMA di Semarang. Secara ekonomi aku tidak mengalami kesulitan sama sekali. Karena Bapakku adalah seorang Direktur di sebuah perusahaan terbesar di Semarang, sementara Ibu adalah seorang pemilik butik. Yaa aku adalah seorang anak yang sangat-sangat beruntung, ditambah aku adalah anak tunggal, lengkaplah sudah kesempurnaanku. Aku pun selalu mendapat perhatian yang sangat besar dari kedua orang tuaku,walaupun mereka itu kerjaannya segunung tapi mereka tidak pernah melupakanku satu detikpun. Aku benar-benar beruntung bisa hidup ditengah keluarga yang amat sangat mencintaiku.

Kehidupanku disekolah juga sangat menyenangkan, aku memiliki banyak teman, tapi ada 4 orang yang sudah aku anggap sebagai saudaraku sendiri, mereka adalah Chaca, Kemal, Farah, dan Dito. Mereka berempat merupakan teman pertamaku pada saat aku masuk ke sekolah ini. Aku juga sering sekali menginap dirumah mereka, dan orang tua ku pun selalu mengijinkan hal itu, karena mereka sudah kenal baik dengan Bapak dan ibu ku. Tak jarang mereka berempat juga menginap dirumahku. Yaa mereka itu sudah seperti keluarga bagi ku dan juga bagi Bapak dan Ibu ku. 

DELAPAN eps Gadis Penjual Roti

Ceritaku dimulai ketika aku berumur 10 tahun. Saat itu kondisi keluargaku sedang kritis, perusahaan Ayahku bangkrut karena ditipu kliennya, sehingga perusahaan Ayah di beli oleh seorang pengusaha dari perusahaan lain yang menjadi rival perusahaan Ayahku. Dan Ayahku pun kehilangan hak penuh atas perusahaannya, sehingga membuat Ayah kehilangan pekerjaannya dan kini ia menjadi seorang pengangguran yang kerjanya hanya menghabiskan uang saja. Setiap hari Ayah selalu pulang pagi dengan kondisi badan yang lemas dan sempoyongan dan dari bau nafasnya tercium bau alcohol. Ya, Ayah sekarang selalu pergi ke Bar-bar untuk mabuk. Mungkin karena Ia terlalu stres atas apa yang terjadi di perusahaannya. Ayah yang dulunya sangat ramah dan menyenangkan kini menjadi sesosok orang yang pemurung dan mudah sekali marah, bahkan tak jarang ia memukul dan memaki Ibu. Ayah melakukan itu semua tepat di depanku, didepan seorang anak yang baru berusia 10 tahun. Tak heran sekarang aku sangat membenci ayah.

Tok..tok..tok..Bu....Buka pintunya Bu..

Terdengar suara seorang pria di balik pintu. Pasti itu ayah. Sudah hampir 1 bulan Ayah seperti itu. Ayah tidak mau mencari pekerjaan karena ia masih sangat terpukul atas apa yang terjadi pada dirinya, dan Ayah juga beranggapan bahwa semua pengusaha itu jahat dan keji, merebut perusahaan orang lain dengan berbagai cara dan membuat orang lain menderita seperti dirinya.

NgaYogyakarta part 5

Selasa, 28 Mei 2013. Pukul 17.00

      Akhirnya seru-seruan di pantai pun selesai sudah. Sebenernya masih sangat-sangat belum puas kita main air di pantai, tapi apa daya waktu yang memisahkan kita *backsound: Bunga Terakhir-Afgan*.

      Setelah membersihkan diri dang anti baju, kita memustuskan untuk langsung pulang karena waktu itu juga gerimis mengundang kita untuk kembali ke penginapan. Tapi, yaa namanya juga abis seru-seruan main air pasti pada laper dong, jadi kita nyari tempat makan yang cocok dengan kondisi financial. Jatohlah pilihan kita di warung baso.

      Setelah mendapatkan tempat duduk, kita melihat menu. Di menu ada macam-macam jenis baso, ada baso jumbo, baso urat, dan baso biasa. Penasaran sama baso jumbo kita semua memesan baso jumbo. Nggak lama kemudian pesenan kita pun datang, dan taraaaaaaa!!!!!! Basonya itu bener-bener jumbo, gede banget yaa ukurannya sebola softball lah kurang lebih. Untung basonya Cuma satu, coba kalo ada 7 baso yang segede itu bisa meledak perut kita.
Singkatnya Gue adalah makhluk pertama di antara 7 orang itu yang udah abis makanannya. Perut Gue buncit medadak pas abis makan, karena emang kenyang banget, porsinya sih sedikit, tapi ukuran basonya itu loh Masya Allah.

      Ada satu teman kita yang sombong di awal-awal. Katanya dia lagi laper berat dan pengen nambah lagi basonya, tapi ternyata itu hanya omong kosong belaka. Jangankan buat nambah, basonya dia aja nggak abis, hmm cupuuuu~~~ dan temen kita yang sombong itu adalah Saudari Komang.

NgaYogyakarta part 4

Selasa, 28 Mei 2013. Pukul 07.30.

      Hari ke dua kita di Jogja bakal di isi dengan pergi ke tempat terseru di muka bumi, yaitu PANTAIIIIIIII…… Kita bakal pergi ke pantai yang ada di Jogja, yaitu pantai Krakal. Kenapa ke Krakal? Karena eh karena disana itu suasananya masih sangat sangat sangat sepi, belum terjamah orang banyak, masih sejuk udaranya, jadi kita milih buat ke Krakal disbanding dengan ke Parangtritis, kalo Parangtritis udah rame, ga seru nantinya.

      Sebelum ke pantai, Gue, Andien, Hani, sama Komang seperti biasa nyari makanan buat sarapan. Dan kita sarapan dimana? Di KFC again. Soalnya itu satu-satunya tempat makan yang harganya nggak bikin deg-degan. Selesai sarapan, kita balik ke penginapan karena Dinda, Mamet, sama Randy udah dateng. Diperjalanan pulang kita sempet beli oleh-oleh lagi soalnya Andien lupa beli oleh-oleh buat temennya, terus kita berempat beli sandal buat di pantai, and Gue sama Andien beli kacamata. Sebenernya mah Gue nggak ngebet banget buat beli kacamata, tapi berhubung Andien ngebet pengen beli yaa udah Gue juga beli biar dapet diskon dari abang-abangnya. Tapi nggak nyesel juga sih beli soalnya bagus kacamatanya hehehe..

NgaYogyakarta part 3

Senin, 27 Mei. Pukul 18.30

      Setelah siangnya kita puas belanja oleh-oleh kita istirahat dulu sebentar karena malemnya kita akan lanjut ke Alun-alun Kidul (Selatan) Yogyakarta.  Rencananya kita akan berangkat abis maghrib. Gue, Komang, Andien, sama Hani akhirnya mutusin bbuat berangkat duluan, karena Dinda dan Dien katanya mau nyusul. Oh iya sekedar info walaupun nggak penting juga sih, Dinda sama Dien nggak ikut tidur di penginapan, Dinda tidur di rumahnya Randy, kalo Dien tidur dirumah sepupunya. Jadi dari pada kelamaan nunggu DIen sama Dinda, Gue dan 3 cewek itu berangkat duluan. 

NgaYogyakarta part 2


Minggu, 26 Mei 2013. Pukul 17.00 WIB

Akhirnya kereta yg sudah kita tunggu-tunggu datang juga. Ada kejadian super bodoh pada saat kereta dateng. Niat awalnya mah demi keselamatan Andien nyruh kita untuk jangan naik dulu, nunggu penumpang yg ada di kereta pada turun, ide yang lumayan bagus, pada awalnya tapi. Entah kenapa perasaan gue kok agak aneh yaa, hampir 5 menit kita berdiri nunggu penumoang lain keluar tapi nggak pada keluar. Dan ternyata nggak ada penumpang yg keluar. Good job Andien!!!

Akhirnya kita masuk ke gerbong yang sesuai dengan tiket kita, di tiket nomer tempat duduk kita yaitu 15A, 15B, 15C, 15D,15E, dan 16A. tapi ternyata di tempat duduk 15A,B, dan C ada yang nempatin, sesosok ibu-ibu yg lumayan masih muda duduk ditempat kita. Belum kita ngomel ke itu ibu-ibbu, doi udah ngomong tukeran yaa mba, soalnya anak saya duduknya misah, kan kasian kalo dia duduk sendirian. Akhirnya dengan terpaksa kita pun ngalah, tapi Andien yang emang masih nggak terima masih ngomel-ngomel sendiri.

Masalah tempat dudukpun selesai sudah, sialnya gue duduk terpisah dari rombongan. Tapi untungnya orang yang duduk disebelah gue cowok, mas-mas yang ternyata setelah kita ngobrol ternyata dia adalah orang Jogja, dan dia juga ngasih tempat-tempat yang cocok buat liburan disana. Tjakep!

Berhubung kereta kita delay, jadi perkiraan yang tadinya bakal sampe Jogjam jam 11 malem, jadi ngaret juga sampe jam 12 malem.

Disingkat aja nih yaa ceritanya..

NgaYogyakarta ^^

Liburan setelah penat dengan aktivitas yang ada memang sangat-sangat menyenangkan, apa lagi liburangnya dengan orang-orang terdekat kita, seperti keluarga, sahabat, sodara, ataupun pacar, atau pasangan kita, pasti sudah terpikirkan bagaimana serunya liburan yang bakal kita lewatin nantinya.
Sama seperti ku, aku dan teman-teman sekelas ku berencana mengadakan liburan selepas UTS. Aku dan sahabat-sahabatku Andin, Komang, Dien, Dinda, Hani, dan Ajeng mulai membicarakan soal liburan kita nanti, kapan tepatnya kita bakal berangkat liburan, mau kemana dan ngapain aja kita disana nanti, berapa ongkos yang kita perluin, semuanya kita bahas bersama.
Akhirnya kita memutuskan untuk berlibur ke Yogyakarta dengan ongkos sekitar….segitulah nggak enak kalo disebutin takut dikira sombong. Kenapa memilih Jogja? Karena Dien yang udah lumayan sering bolak-balik Jogja dan juga ada pacarnya Dinda disana jadi kita nggak buta-buta banget kalo mau pergi-pergian, Dien juga udah tau penginapan yang sesuai dengan kantong kita-kita. Kita akan berlibur dari tanggal 26 Mei sampai 29 Mei, nggak lama emang karena Komang dan Andin yang sudah bekerja jadi nggak bisa bolos lama-lama. Untuk memperingan biaya, kita udah mulai nabung setiap harinya, tabungan itu di pegang sama Ajeng. Dengan mengadapak tabungan seperti itu kita nggak ngerasa berat untuk ngumpulin uangnya, ditambah para cewek-cewek di kelas mengadakan arisan kelas, dan tentu saja Andin, Ajeng, Komang, Dinda, dan Dien berharap bisa dapet arisan tepat pas kita mau berangkat, tapi rejeki itu Tuhan yang mengatur, sampai beberapa hari menjelang keberangkatan mereka belum juga dapet arisan, kasian memang.

Masih Pantaskah Kita Mengeluh???


Kadang kita masih merasa belum puas dengan apa yang telah kita punya dan kita raih. Kita masih suka merasa kurang, padahal sadar tidak sadar kita telah memiliki apa yang kita butuhkan, dan tidak jarang kita sering mengeluh akan karena merasa tidak cocok atau tidak memiliki sesuatu yang padahal bisa jadi kita tidak membutuhkannya.  Cobalah kita sedikit menengok ke luar, melihat orang-orang yang ada disekeliling kita. Sekumpulan orang yang berjuang untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan tanpa mengeluh sedikitpun. Orang-orang yang tidak mengenal lelah demi bertahan hidup, demi memenuhi kekurangan mereka. Dan tanpa pernah mengeluh sedikitpun, mereka tetap semangat melanjutkan hidup. Sekarang coba lihat diri kita masing-masing, apakah kita sanggup seperti mereka yang tidak pernah mengeluh akan sesuatu, padahal hidup mereka jauh lebih susah, jauh lebih keras dari pada kita. Untuk mendapatkan sesuap nasi saja mereka kerja keras banting tulang, tidak ada didalam pikiran mereka bagaimana untuk belanja, untuk nongkrong di café-café, makan enak, bercanda dengan teman-teman, mereka tidak punya waktu untuk memikirkan hal seperti itu. Mereka yang terbangun di pagi buta, mempersiapkan diri untuk bekerja, sementara kita? Kita masih enak-enakan tidur dikasur yang empuk, kita masih bisa bersantai, tapi mereka tidak.  Jika kita ada di posisi seperti mereka apakah kita mampu bertahan melawan kerasnya kehidupan? Bukalah mata dan hati kita kawan, jika melihat perjuangan mereka apakah pantas kita masih mengeluh??? 

Mau Tahu Lebih Dalam Soal Mesjid Agung Sang Cipta Rasa?

Penasaran sama Mesjid Agung Sang Cipta Rasa? Lihat videonya ya, mudah-mudahan bisa dimengerti.....



Nah ini berkat kerja keras dan dorongan Pak Dosen di kampus, akhirnya saya bersama rekan-rekan bikin video tentang Mesjid Agung Sang Cipta Rasa. Mohon maklum kalau hasil shoot, editing atau yang lainnya kurang enak di mata, maklum lah ya masih amatir.

Mesjid Agung Sang Cipta Rasa


Kota cirebon adalah kota yang berada di Provinsi Jawa Barat, ya kota ini berada di pesisir utara jawa atau dikenal dengan sebutan pantura. Dari segi luas, kota ini hanya seluas 37,54 km persegi. Namun siapa sangka, kota yang terkenal sebagai kota wali ini keragaman budaya dan agama.
Di Kota Cirebon, terdapat 4 keraton yang sudah terkenal baik se-Indonesia maupun mancanegara. Salah satunya adalah Keraton Kasepuhan. Ya, keraton ini merupakan yang tertua di Kota Cirebon. Dan keraton ini memiliki mesjid yang cukup monumental, yaitu Mesjid Agung Sang Cipta Rasa.
Mesjid Agung Sang Cipta Rasa berdiri sejak tahun 1478. Mesjid ini termasuk dalam 4 Bangunan Islam yang paling tua di Kota Cirebon setelah Langgar Pejagrahan Keraton Kasepuhan, Mesjid Merah Panjunan dan Keraton Kasepuhan.
Dari segi arsitektur, bangunan mesjid ini dipengaruhi oleh adat Jawa, Hindu dan Cina.
Mesjid ini berdiri setinggi 50 bata, yang memiliki filosofi teologi. Sementara di luar mesjid terdapat 44 tiang dan dalam mesjid terdapat 30 tiang. Enam diantaranya hubungannya dengan rukun iman, 6 hubungannya dengan mulut dan 18 lainnya berhubungan dengan hati.
.

Sejumlah jemaah sedang bersiap sebelum melaksanakan Salat Jumat di Mesjid Agung Sang Cipta Rasa
 Tak hanya dikunjungi oleh masyarakat dalam kota, Mesjid Agung Sang Cipta Rasa juga dikunjungi oleh pengunjung luar kota, bahkan manca negara. Hampir setiap hari, mesjid ini tidak pernah sepi.


Ukiran Mungal, Mangil Mungup

Di dalam mesjid, anda juga akan menemui sebuah ukiran tepat di dekat tempat imam mesjid. Ukiran itulah yang disebut mungal, mangil dan mungup. 
Mungal atau ombak laut yang kaitannya dengan hati dan mulut
Mangil atau gunung yang bermakna tak lekang oleh panas dan hujan
Mungup atau matahari terbit yang kaitannya dengan penerangan.
Maksudnya, saat manusia hendak beribadah, niat hati dan mulut harus lah sama dan dilakukan terus menerus. Maka kelak, nantinnya bisa menjadi penerangan bagi sesama.

Mesjid Agung Sang Cipta Rasa tak pernah sepi pengunjung
 
Memasuki areal dalam mesjid, anda akan menemui 9 pintu kecil. 9 pintu itu berkitan dengan wali songo yang merupakan penyebar agama Islam di Indonesia.

Banyak masyarakat yang heran kenapa pintu itu dibuat kecil, itu maksudnya agar saat masuk ke jeroan mesjid, jemaah menunduk. Maksudnya sebagai hamba Allah, kita haruslah tunduk pada perintah Allah dan rendah diri.

Setiap harinya muadzin selalu berbeda. Ada 7 muadzin di mesjid ini yang senantiasa mengumandangkan Adzan

Tempat wudhu ini tidak pernah kering

Di masjid ini juga terdapat tempat wudhu yang airnya tak pernah kering dan sumur zam-zam yang ramai dikunjungi orang kala Ramadan tiba. 
 
Hingga saat ini, bentuk bangunan Mesjid Agung Sang Cipta Rasa tidak pernah diubah. Meski dilakukan pemugaran namun tidak menghilangkan struktur aslinya.

Di Saat Tampang Tidak Menjamin Dapet Pacar

Gilang, seorang cowok perawakan batak yang sedang menuntut ilmu di Jakarta. Gilang kuliah di sebuah Universitas Swasta di Jakarta, sekarang dia sudah menginjak semester 4. Logat bataknya Gilang itu kental sekali kayak susu kental manis, lebih kental daripada ingus orang yang baru aja kena flu. Kalau dilihat dari tampilan fisik, Gilang bisa dikategorikan sebagai CIC (Cowok Idaman Cewek). Badannya bidang, ada kotak-kotaknya 12 biji, tapi yang 6 lagi dipinjem sama temennya. Bewok tipis di mukanya, keleknya yang lebat, idung mancung, kulit coklat, kumis tipis. Dari segi ekonomi Gilang bisa dibilang dari keluarga terpandang. Ayahnya adalah seorang pengusaha ikan cupang yang baru sembuh dari cacar air, dan Ibunya merupakan seorag pengerajin layangan yang baru sembuh dari tipes.
Kalau dilihat dari tampang dan ekonomi, Gilang ini tidak akan sulit untuk mendapatkan wanita yang ia idam-idamkan. Dan wajar saja jika wanita tergila-gila pada Bapaknya karena bekas cacarnya masih ada.
Tapi anehnya, sampai sekarang Gilang belum punya pacar. Apa yang salah dari diri Gilang? Tampang ok, badan 11-12 sama Agung Hercules, duitnya bejibun, bukannya itu udah cukup buat menarik seorang cewek?
Gilang belum punya pacar bukan karena dia males nyari pacar, gue tegasin lagi bukan karena itu. Bukan juga karena cewek-cewek ilfil sama bulu keteknya, gue tegasin lagi bukan gara-gara itu.  Tapi Gilang susah punya pacar adalah karena sekalinya dia ngedeketin cewek apalagi sampe ngerayu cewek tersebut, cewek itu langsung pulang sambil nangis terbirit-birit.
Kenapa bisa? Karena pada saat Gilang mencoba merayu seorang cewek, apalagi pake rayuan yang Bapakmu..Bapakmu itu, Gilang tidak bisa menahan intonasi suaranya. Contoh: (tolong baca pake logat batak yang kencang dan lantang, biar dapet lucunya, semoga itu juga) “Neng bapakmu….”  Baru aja sampe “Bapakmu” itu cewek langsung kabur saking takutnya.

Makannya kalau mau ngerayu cewek perhatikan intonasi dan tekanan suaranya yaa J
#justforfun J

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Playlist