Masih Pantaskah Kita Mengeluh???


Kadang kita masih merasa belum puas dengan apa yang telah kita punya dan kita raih. Kita masih suka merasa kurang, padahal sadar tidak sadar kita telah memiliki apa yang kita butuhkan, dan tidak jarang kita sering mengeluh akan karena merasa tidak cocok atau tidak memiliki sesuatu yang padahal bisa jadi kita tidak membutuhkannya.  Cobalah kita sedikit menengok ke luar, melihat orang-orang yang ada disekeliling kita. Sekumpulan orang yang berjuang untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan tanpa mengeluh sedikitpun. Orang-orang yang tidak mengenal lelah demi bertahan hidup, demi memenuhi kekurangan mereka. Dan tanpa pernah mengeluh sedikitpun, mereka tetap semangat melanjutkan hidup. Sekarang coba lihat diri kita masing-masing, apakah kita sanggup seperti mereka yang tidak pernah mengeluh akan sesuatu, padahal hidup mereka jauh lebih susah, jauh lebih keras dari pada kita. Untuk mendapatkan sesuap nasi saja mereka kerja keras banting tulang, tidak ada didalam pikiran mereka bagaimana untuk belanja, untuk nongkrong di café-café, makan enak, bercanda dengan teman-teman, mereka tidak punya waktu untuk memikirkan hal seperti itu. Mereka yang terbangun di pagi buta, mempersiapkan diri untuk bekerja, sementara kita? Kita masih enak-enakan tidur dikasur yang empuk, kita masih bisa bersantai, tapi mereka tidak.  Jika kita ada di posisi seperti mereka apakah kita mampu bertahan melawan kerasnya kehidupan? Bukalah mata dan hati kita kawan, jika melihat perjuangan mereka apakah pantas kita masih mengeluh??? 

Mau Tahu Lebih Dalam Soal Mesjid Agung Sang Cipta Rasa?

Penasaran sama Mesjid Agung Sang Cipta Rasa? Lihat videonya ya, mudah-mudahan bisa dimengerti.....



Nah ini berkat kerja keras dan dorongan Pak Dosen di kampus, akhirnya saya bersama rekan-rekan bikin video tentang Mesjid Agung Sang Cipta Rasa. Mohon maklum kalau hasil shoot, editing atau yang lainnya kurang enak di mata, maklum lah ya masih amatir.

Mesjid Agung Sang Cipta Rasa


Kota cirebon adalah kota yang berada di Provinsi Jawa Barat, ya kota ini berada di pesisir utara jawa atau dikenal dengan sebutan pantura. Dari segi luas, kota ini hanya seluas 37,54 km persegi. Namun siapa sangka, kota yang terkenal sebagai kota wali ini keragaman budaya dan agama.
Di Kota Cirebon, terdapat 4 keraton yang sudah terkenal baik se-Indonesia maupun mancanegara. Salah satunya adalah Keraton Kasepuhan. Ya, keraton ini merupakan yang tertua di Kota Cirebon. Dan keraton ini memiliki mesjid yang cukup monumental, yaitu Mesjid Agung Sang Cipta Rasa.
Mesjid Agung Sang Cipta Rasa berdiri sejak tahun 1478. Mesjid ini termasuk dalam 4 Bangunan Islam yang paling tua di Kota Cirebon setelah Langgar Pejagrahan Keraton Kasepuhan, Mesjid Merah Panjunan dan Keraton Kasepuhan.
Dari segi arsitektur, bangunan mesjid ini dipengaruhi oleh adat Jawa, Hindu dan Cina.
Mesjid ini berdiri setinggi 50 bata, yang memiliki filosofi teologi. Sementara di luar mesjid terdapat 44 tiang dan dalam mesjid terdapat 30 tiang. Enam diantaranya hubungannya dengan rukun iman, 6 hubungannya dengan mulut dan 18 lainnya berhubungan dengan hati.
.

Sejumlah jemaah sedang bersiap sebelum melaksanakan Salat Jumat di Mesjid Agung Sang Cipta Rasa
 Tak hanya dikunjungi oleh masyarakat dalam kota, Mesjid Agung Sang Cipta Rasa juga dikunjungi oleh pengunjung luar kota, bahkan manca negara. Hampir setiap hari, mesjid ini tidak pernah sepi.


Ukiran Mungal, Mangil Mungup

Di dalam mesjid, anda juga akan menemui sebuah ukiran tepat di dekat tempat imam mesjid. Ukiran itulah yang disebut mungal, mangil dan mungup. 
Mungal atau ombak laut yang kaitannya dengan hati dan mulut
Mangil atau gunung yang bermakna tak lekang oleh panas dan hujan
Mungup atau matahari terbit yang kaitannya dengan penerangan.
Maksudnya, saat manusia hendak beribadah, niat hati dan mulut harus lah sama dan dilakukan terus menerus. Maka kelak, nantinnya bisa menjadi penerangan bagi sesama.

Mesjid Agung Sang Cipta Rasa tak pernah sepi pengunjung
 
Memasuki areal dalam mesjid, anda akan menemui 9 pintu kecil. 9 pintu itu berkitan dengan wali songo yang merupakan penyebar agama Islam di Indonesia.

Banyak masyarakat yang heran kenapa pintu itu dibuat kecil, itu maksudnya agar saat masuk ke jeroan mesjid, jemaah menunduk. Maksudnya sebagai hamba Allah, kita haruslah tunduk pada perintah Allah dan rendah diri.

Setiap harinya muadzin selalu berbeda. Ada 7 muadzin di mesjid ini yang senantiasa mengumandangkan Adzan

Tempat wudhu ini tidak pernah kering

Di masjid ini juga terdapat tempat wudhu yang airnya tak pernah kering dan sumur zam-zam yang ramai dikunjungi orang kala Ramadan tiba. 
 
Hingga saat ini, bentuk bangunan Mesjid Agung Sang Cipta Rasa tidak pernah diubah. Meski dilakukan pemugaran namun tidak menghilangkan struktur aslinya.

Di Saat Tampang Tidak Menjamin Dapet Pacar

Gilang, seorang cowok perawakan batak yang sedang menuntut ilmu di Jakarta. Gilang kuliah di sebuah Universitas Swasta di Jakarta, sekarang dia sudah menginjak semester 4. Logat bataknya Gilang itu kental sekali kayak susu kental manis, lebih kental daripada ingus orang yang baru aja kena flu. Kalau dilihat dari tampilan fisik, Gilang bisa dikategorikan sebagai CIC (Cowok Idaman Cewek). Badannya bidang, ada kotak-kotaknya 12 biji, tapi yang 6 lagi dipinjem sama temennya. Bewok tipis di mukanya, keleknya yang lebat, idung mancung, kulit coklat, kumis tipis. Dari segi ekonomi Gilang bisa dibilang dari keluarga terpandang. Ayahnya adalah seorang pengusaha ikan cupang yang baru sembuh dari cacar air, dan Ibunya merupakan seorag pengerajin layangan yang baru sembuh dari tipes.
Kalau dilihat dari tampang dan ekonomi, Gilang ini tidak akan sulit untuk mendapatkan wanita yang ia idam-idamkan. Dan wajar saja jika wanita tergila-gila pada Bapaknya karena bekas cacarnya masih ada.
Tapi anehnya, sampai sekarang Gilang belum punya pacar. Apa yang salah dari diri Gilang? Tampang ok, badan 11-12 sama Agung Hercules, duitnya bejibun, bukannya itu udah cukup buat menarik seorang cewek?
Gilang belum punya pacar bukan karena dia males nyari pacar, gue tegasin lagi bukan karena itu. Bukan juga karena cewek-cewek ilfil sama bulu keteknya, gue tegasin lagi bukan gara-gara itu.  Tapi Gilang susah punya pacar adalah karena sekalinya dia ngedeketin cewek apalagi sampe ngerayu cewek tersebut, cewek itu langsung pulang sambil nangis terbirit-birit.
Kenapa bisa? Karena pada saat Gilang mencoba merayu seorang cewek, apalagi pake rayuan yang Bapakmu..Bapakmu itu, Gilang tidak bisa menahan intonasi suaranya. Contoh: (tolong baca pake logat batak yang kencang dan lantang, biar dapet lucunya, semoga itu juga) “Neng bapakmu….”  Baru aja sampe “Bapakmu” itu cewek langsung kabur saking takutnya.

Makannya kalau mau ngerayu cewek perhatikan intonasi dan tekanan suaranya yaa J
#justforfun J

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Playlist