Si Edo

Cerita ini berkisah tentang seorang remaja cowok berumur 19 tahun yang hidup dengan keadaan ekonomi yang bisa di bilang wah. Edo, nama remaja laki-laki itu. Edo merupakan anak kedua dari keluarga yang berada, apapun yang ia inginkan insya allah akan di kabulkan oleh kedua orang tuanya. Dalam kehidupan sosialnya Edo mempunyai sikap yang sedikit tertutup atau lebih tepat di bilang pendiam, tapi sebenarnya Edo tidak begitu pendiam hanya saja dia tidak berani mengekspos dirinya di depan umum, dia akan memperlihatkan sifat asli dia hanya kepada orang-orang yang sudah benar-benar dekat dan mengenal dirinya.
 Dalam kehidupan sosialnya dia tidak begitu mempunyai banyak teman, mulai dari SD sampai dia kuliah dia hanya memiliki sekitar 16 sahabat terbaiknya, dan mereka sudah benar-benar mengenal diri Edo #semoga saja. Tapi tidak sedikit pula teman-teman yang Edo punya di sekitarnya.
Karena sifatnya yang tidak berani membuka dirinya itulah Edo sedikit kesulitan untuk membaur dengan lingkungan sekitarnya, tapi hal itu tidak menjadi masalah untuknya. Orang-orang melihat sosok Edo seperti orang yang tidak mempunyai beban hidup sama sekali, mereka melihat Edo yang cuek, selalu berpikir sederhana, yaa pokoknya seperti orang yang tidak punya beban hidup lah. Tapi karena mereka tidak mengenal seperti apa sebenarnya sosok Edo itu jadi mereka bisa bilang seperti itu. Padahal Edo hanyalah seorang manusia biasa, Edo juga membutuhkan perhatian dari orang-orang yang dicintainya, Edo juga mempunyai permasalahan-permalsalahan hidup yang ia pikirkan, tapi seperti itu lah Edo, ia tidak ingin orang-orang di sekitarnya tau kalau dia sedang memikul masalah yang berat, ia ingin terlihat tetap ceria di depan semua orang. Untungnya Edo mempunyai sikap yang cuek dalam menghadi masalah apapun. Dia tidak terlalu memusing pikirkan segala masalah yang ia hadapi karena sesungguhnya masalh itu bukan untuk dipikirkan tapi masalah itu untuk hadapi dan diselesaikan, setidaknya itu yang ada di dalam otak laki-laki itu. Dan apabila masalah yang ia tanggung sudah begitu berat ada satu cara untuk menghilangkan perasaan terbebani oleh masalah tersebut yaitu Edo memilih untuk tidur agar pikirannya kembali jernih dan pada saat ia terbangun ia bisa menyelesaikan masalah tersebut.

Leave a Reply

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Playlist